UPDATE Kasus Bullying di Purworejo: 3 Tersangka Tak Ditahan, Ganjar Sebut Korban Berkebutuhan Khusus

Tiga tersangka bullying atau perundungan siswi SMP di Purworejo tidak akan ditahan oleh pihak kepolisian. Sebab, ancaman humuman bagi tersangka berinisial TP (16), DF (15), dan UHA (15) tersebut, di bawah lima tahun. Polisi menjerat pelaku dengan Undang undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Meski tidak dilakukan penahanan, polisi memastikan akan tetap melakukan penyelidikan kasus tersebut. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, siswi yang menjadi korban perundungan tersebut berkebutuhan khusus. Sehingga, pihaknya menyarankan orangtua korban untuk menempatkan putrinya ke sekolah berkebutuhan khusus.

"Maka kita sedang merayu kepada kedua ortunya untuk menyekolahkan si anak ke sekolah berkebutuhan khusus, agar pas dan sesuai dengan keinginan," ujar Ganjar Pranowo, dikutip dari , Kamis (13/2/2020). Mengenai nasib tersangka, Ganjar meminta ada pendampingan khusus berupa konseling pada ketiga tersangka. “Anak anak itu perlu dikirim psikolog, kirim guru konselingnya ke sana, agar kita bisa tahu persoalannya apa," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020), dikutip dari .

"Lalu kita cegah ke depannya supaya tidak terjadi bullying seperti ini,” jelasnya. Ganjar meminta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Jumeri, ke Purworejo untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Selain itu, Ganjar telah berkoordinasi dengan pengurus organisasi induk sekolah tempat terjadinya bullying.

Rencananya kasus di Purworejo ini akan dievaluasi Ganjar, dengan pengumpulan pihak terkait di bidang pendidikan. “Guru, orangtua, dan pengawas sekolah kita tidak cukup bekerja seperti ini. Karena kasus seperti ini sudah terjadi berkali kali maka kita harus kerja serius," ujarnya. Menurutnya, meski sekolah sudah dipasang dengan kamera pengawas, kasus perundungan di sekolah tidak bisa dihindarkan.

"Mesti dilakukan sistem seperti apa, sarana prasarana seperti apa, kalau perlu dipasangi CCTV sehingga tidak terjadi bullying seperti ini,” ungkapnya. Ganjar juga memberikan santunan kepada orangtua korban. Ia pun meminta orangtua siswi korban perundungan untuk sementara tak bekerja, agar bisa mendampingi anaknya.

Sebelumnya, Ganjar menyebut, telah menghubungi kepala sekolah dan Bupati Purworejo, Agus Bastian untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya @ganjar_pranowo, dengan mengunggah foto tangkap layar dari video perundungan siswi di Purworejo itu. Ganjar berharap, setelah ada tindak lanjut dari pihak terkait, orangtua siswa yang melakukan perundungan bisa mengerti aksi yang dilakukan anaknya.

"Stop Perundungan! Akun saya dipenuhi info ttg video anak salah satu SMP di Butuh Purworejo." "Kasek sdh saya telp & dia sdh menanganinya, demikian juga pihak kepolisian sdh mendapatkan laporan." "Pak Bupati jg sdh saya telp."

"Saya minta pengawas sekolah besok turun & dari dinas P&k Prov Jateng akan membantu." "Semoga ortu mereka juga paham apa yg terjadi dg anak2 merekadi sekolah itu ," tulis Ganjar, Rabu (12/2/2020). Diketahui, peristiwa perundungan pada siswi SMP di Purworejo tersebut dilakukan oleh ketiga siswa.

Video tersebut beredar di aplikasi pesan WhatsApp dan media sosial Instagram, dengan durasi 28 detik. Pelaku menampar juga menendang siswi tengah yang duduk di kursi dengan kepala tertunduk. Siswa tersebut juga memukul menggunakan gagang sapu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *