Sempat Reka Ulang Foto Glenn Fredly Kecil, Kak Seto: Tidak Disangka Jadi yang Terakhir Kalinya

Psikolog anak Seto Mulyadi memposting fotonya bersama mendiang Glenn Fredly. Ada dua foto yang ia posting, yakni foto pertama mereka saat Glenn Fredly masih kecil dan foto terakhir mereka 34 tahun kemudian. Pada foto itu, tampak pria yang karib disapa Kak Seto itu sedang memegang pundak Glenn Fredly.

Kak Seto mengenakan batik biru, celana panjang hitam dan kacamata serta potongan rambutnya yang khas. Glenn Fredly tampak tersenyum memperlihatkan semua giginya pada foto tersebut. Ia mengenakan baju berwarna merah.

Di samping Glenn Fredly, berdiri penyanyi ternama lainnya, Reza Artamevia saat masih kecil. Foto itu diambil saat Kak Seto sedang memberikan hadiah untuk keduanya yang berhasil memenangkan lomba menyanyi. Saat itu, Glenn Fredly masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kemudian foto satunya lagi, memperlihatkan Glenn Fredly 34 tahun kemudian dan sudah dewasa. Kak Seto yang mengenakan polo shirt belang belang tampak berdiri sambil bersalaman dengan Glenn Fredly dan memegang pundak sang musisi. Sementara Glenn Fredlu masih dengan senyum khasnya menjabat tangan Kak Seto.

Kak Seto pun tak menyangka, foto tersebut akan jadi momen terakhirnya dengan Glenn Fredly. "Foto di atas diambil kembali setelah selang waktu 34 tahun semenjak berjabat tangan untuk yang pertama kalinya dengan seorang putra bangsa penuh talenta saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tidak disangka mengulang peristiwa tersebut akan menjadi terakhir kalinya," tulis Kak Seto dilansir dari akun Instagramnya, @kaksetosahabatanak, Kamis (9/4/2020).

Kak Seto juga mengucapkan bela sungkawa sambil menceritakan sosok Glenn Fredly di matanya. "Turut berbelasungkawa atas kepergian sahabat kita.. Seorang putra bangsa yang cemerlang, sangat rendah hati dan penuh hormat terhadap siapapun.

Indonesia sangat bangga memiliki sosok seperti beliau. Selamat beristirahat dengan tenang Bung Glenn," tulisnya. Penyakit radang selaput otak atau meningitus menjadi penyebab berpulangnya penyanyi legendaris Indonesia, Glenn Fredly, Rabu (8/4/2020) malam.

Dalam surat perwakilan keluarga Glenn Fredly yang beredar di media sosial, tertulis bahwa Glenn sempat mengeluhkan penyakitnya beberapa waktu lalu, tapi tetap beraktivitas seperti biasa. "Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat inap. Meski kondisinya menurun tiga hari terakhir, namun masih bisa berinteraksi hingga akhirnya menghembuskan napas yang terakhir pada 8 April 2020," tulis Mozes Latuihamalo yang merupakan perwakilan keluarga Glenn dalam suratnya. Penyakit meningitis muncul saat terjadi pembengkakan atau peradangan pada selaput di sekitar sumsum tulang belakang dan otak.

Penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan otak dan bahkan kematian. Umumnya meningitis disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Anak anak disebut kelompok paling rentan terserang meningitis, terutama yang disebabkan oleh bakteri.

Selain infeksi virus dan bakteri, meningitis juga bisa disebabkan oleh jamur, parasit, dan non infeksi akibat cedera kepala atau operasi otak. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri Neisseria meningitidis adalah jenis yang paling sering mengakibatkan meningitis meningokokus.

Sekitar 1 dari 10 orang dapat menjadi membawa bakteri N. meningitidis pada hidung dan tenggorokan mereka. Orang orang ini disebut pembawa dan bisa tidak menunjukkan gejala penyakit. Namun, pembawa bakteri tersebut dapat menginfeksi orang lain dengan cara:

Orang yang rentan dapat mengembangkan infeksi setelah terpapar bakteri N. meningitidis dan menyebabkan meningitis. Seorang bocah asal Inggris kaki kirinya harus diamputasi karena didiagnosis mengidap meningitis dan sepsis pada 2016. Dua tahun kemudian, kaki kanannya juga diamputasi.

Dilansir Healthline, infeksi itu memengaruhi jaringan halus yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Jaringan tipis ini disebut meninges. Meningitis meningokokus merupakan infeksi serius pada meninges dan cairan serebrospinal. Peradangan dan pembengkakan pada jaringan ini dapat memberikan tekanan berbahaya pada otak dan sumsum tulang belakang.

Diagnosis dan pengobatan yang cepat sangat penting dalam penanganan meningitis. Namun karena gejala meningitis seringkali mirip dnegan gejala penyakit lain, hal ini membuat penanganan medis sering tertunda. Meningitis meningokokus dapat diobati dengan obat antibiotik.

Namun beberapa orang yang sudah mendapat perawatan antibiotik dengan cepat masih memiliki konsekuensi serius yang berlangsung seumur hidup. Konsekuensi yang bisa dialami antara lain kehilangan pendengaran, kehilangan anggota tubuh, atau kehilangan kemampuan berpikir jenis. Dengan pemberian vaksin meningitis, kita dapat mencegah infeksi meningitis.

Kebanyakan anak menerima vaksin konjugat meningokokus secara rutin. Dosis pertama biasanya diberikan antara usia 11 dan 12 tahun. Kemudian suntikan diberikan sekitar lima tahun kemudian.

Vaksin yang lebih tua yang dikenal sebagai vaksin polisakarida meningokokus dapat diberikan kepada orang yang berusia lebih dari 55 tahun. Kaum muda usia 16 hingga 21 dianggap paling berisiko tertular meningitis. Vaksinasi mengajarkan sistem kekebalan untuk mengenali protein pada bakteri yang menyebabkan meningitis meningokokus.

Ada beberapa jenis bakteri, dan vaksin tidak tersedia untuk semuanya. Vaksin saat ini dapat mencegah sebagian besar jenis yang paling umum. Sementara anak anak sekarang secara rutin menerima vaksin, orang dewasa yang lebih tua mungkin belum divaksinasi.

Orang yang tidak divaksinasi yang telah terkena meningitis harus segera mencari perhatian medis. Dokter akan sering meresepkan antibiotik profilaksis. Penggunaan antibiotik semacam ini dapat mencegah penyakit menular pada orang yang baru saja terpapar. Bahkan jika dokter tidak dapat mengkonfirmasi paparan, mereka biasanya akan meresepkan antibiotik agar aman.

Mempraktikkan kebersihan yang baik juga dapat membantu Anda menghindari paparan. Meningitis meningokokus biasanya menyebar melalui kontak dengan saliva atau sekresi hidung orang yang terinfeksi. Cobalah untuk menghindari berbagi minuman, peralatan makan, atau barang lain yang mungkin mengandung air liur.

Juga, jangan berciuman lewat mulut dnegan orang yang terinfeksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *