Ridwan Kamil Tak Lakukan Kontak Fisik dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat di Kertajati

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan penjelasan saat ditanya apakah sempat melakukan kontak fisik dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, ketika mengawal kepulangan WNI ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati pada 1 Maret 2020 lalu. Seperti diketahui, Budi Karya Sumadi diumumkan positif virus corona (Covid 19), Sabtu (14/3/2020). Berdasarkan penelusuran , Budi sempat memberikan sambutan saat menyambut kedatangan 69 ABK Diamond Princess di Kertajati.

Ketika itu, Ridwan Kamil turut mendampingi Budi. Mengenai hal itu, pria yang akrab disapa Kang Emil pun ditanya oleh seorang wartawan, apakah sempat melakukan kontak fisik dengan Budi. "Ada indikasi, Menhub ini, Menteri Perhubungan ini 'kan terjangkit corona setelah mengawal, begitu ya, WNI dari Diamond Princess yang dipulangkan di Kertajati."

"Dan Bapak 'kan juga sempat bersama, apakah ada interaksi fisik? Dan kalau iya, apakah sudah melakukan tes kesehatan?" tanya seorang wartawan dalam tayangan Breaking News KompasTV, Minggu (15/3/2020). Ridwan Kamil pun menjelaskan, secara logika, positifnya Budi Karya Sumadi tidak berkaitan dengan kepulangan ABK Diamond Princess. Pasalnya, hasil menunjukkan semua ABK Diamond Princess negatif Covid 19.

"Saya sangat prihatin terhadap situasi yang dialami oleh Menteri Perhubungan. Media ini harus clear ya, kalau mau dihubung hubungkan dengan Diamond Princess kita pakai logika aja." "Ada nggak awak Diamond Princess yang positif? Tidak ada. Semua negatif." "Jadi argumentasi itu gugur, kalau menghubungkan positifnya, ini pendapat saya ya pribadi ya. Kalau menghubungkan positifnya Menteri Perhubungan dengan Diamond Princess," tutur Ridwan Kamil.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengungkapkan ia beserta yang lain memantau kedatangan ABK Diamond Princess dari jarak 500 meter. Ia pun menduga, Budi Karya Sumadi terjangkit corona bukanlah dari Diamond Princess saat berada di Kertajati. "Dugaan kami bukan di Kertajati, bukan dari Diamond Princess," katanya.

Kemudian, Ridwan Kamil juga menambahkan soal apakah ada kontak fisik dengan Budi atau tidak. Ia menyebutkan saat itu dirinya sama sekali tidak terlibat kontak fisik ataupun berbincang dengan Budi. Pasalnya, tutur Ridwan Kamil, Budi sibuk mondar mandir ke Indramayu untuk mengecek pelabuhan.

Sementara ia berada di hotel transit bersama Doni Monardo. Ridwan Kamil pun mengatakan ia baru bertemu Budi Karya Sumadi saat detik detik ABK Diamond Princess mendarat dan ketika konferensi pers. "Saya sendiri waktu itu secara kronologis, bertemu Pak Menteri itu hanya pada saat menjelang preskon aja. Karena selama proses dari maghrib sampai malam, Pak Menteri hilir mudik ke Indramayu dulu, ngecek pelabuhan."

"Sementara saya dengan Pak Doni Monardo berada di hotel transit dan baru bertemunya di detik detik melihat dan preskon." "Jadi tidak ada perbincangan sedikitpun, khususnya saya, dan tidak ada interaksi fisik sama sekali," tuturnya. Meski begitu, Ridwan Kamil mengatakan akan melakukan tes kesehatan demi kebaikan bersama.

"Saya insya Allah akan melakukan, kejadian di Kertajati 'kan tanggal 1. Kalau pakai teori pemantauan sudah lewat 14 hari juga." "Atas nama kebaikan, saya akan lakukan. Waktu dan teknisnya, saya sampaikan," tandasnya. Sementara itu, kondisi Budi Karya Sumadi dilaporkan semakin membaik.

Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu malam. "Saya dapat laporan RSPAD dan Menkes kondisi Pak Menhub semakin baik." "Doa kita bersama dan tentu rumah sakit kerja keras agar beliau sehat," terang Pratikno, dilansir .

Hingga Sabtu sore, kasus positif corona di Indonesia mencapai angka 96 jiwa. Dilansir , lima di antaranya meninggal dunia dan delapan sembuh. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien corona yang sembuh tak lagi mengalami keluhan demam, batuk, atau gangguan pernapasan.

Yuri memastikan spesiman kedelapan pasien tersebut sudah dites dua kali dan hasilnya negatif Covid 19. Sementara itu, mencatat 150 negara kini telah terjangkit corona dengan jumlah kasus 156.328. Sebanyak 5.823 dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 74.382 lainnya dinyatakan sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *