Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri Liga 1 2020: Panggung Adu Tajam Alumnus Arema FC

Liga 1 musim 2020 akan dibuka dengan laga Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri. Pertandingan pembuka tersebut akandilangsungkan pada Sabtu (29/2/2020). Laga yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, diprediksi menjadi panggung adu tajam alumnus Arema FC.

Baik Persebaya Surabaya dan Persik Kediri memiliki mantanh pemain Arema FC. Di kubu Bajul Ijo, Makan Konate merupakan mantan pemain andalan Singo Edan di musim 2019. Bukan menjadi rahasia lagi, pemain asal Mali di gelara Liga 1 2019 mampu mengemas 16 gol dan 11 assist.

Capaian tersebut yang membuat Persebaya Surabaya menginginkan jasanya. Meskipun demikian, Macan Putih (julukan Persik) memiliki dua alumnus ARema FC. Dari sektor pelatih, terdapat nama yang tak asing lagi, yakni Joko 'Gethuk' Susilo.

Pelatih yang pernah menangani bahkan bermain bagi tim kebangaan Aremania dan Aremanita itu, musim 2020 menjadi pelatih utama di Persik Kediri. Tentu modal berharga bagi Macan Putih memiliki pelatih yang mengenal betul bagaimana gaya melatih sosok Aji Santoso kala menukangi Arema FC. Selain Gethuk, terdapat pemain depan yang pernah membela Singo Edan julukan Arema FC .

Ialah Antoni Putro Nugroho, yang musim ini menjadi andalan Macan Putih. Antoni Putro Nugroho di tahun 2016 menjadi pemain pilar di kubu SIngo Edan. Bermain di sektor winger, ia memiliki kecepatan dan tusukan yang dapat diandalkan.

Meskipun dapat bermain di posisi striker, namun permainan mantan pemain Bhyangkara FC itu lebih menonjol ketika beroperasi di sektor winger. Kesempatan kedua mantan pemain Arema FC untuk bertarung di atas lapangan terbilang besar. Pasalnya, performa makan Konate di ajang Piala Gubernur Jatim dapat dikatakan snagat mengkilap.

Ia mampu mengemas 3 gol dan 3 assist di ajang turnamen pra musim itu. Diprediksi, pemain asal Mali itu akan berperan sebagai penopang pergerakan David da Silva dan Mahmoud Eid di lini serang. Selain itu, Konate memiliki kelebihan dan peran yang dapat dipikul secara bersamaan.

Ia mampu menjadi kreator serangan hingga pencetak gol yang ulung ketika lini serang mengalami deadlock. Selain itu, mantan pemain Persib bandung memilkiki peran layaknya Trequartista , yakni menghubungkan aliran bola drai lini tengah ke lini penyerangan Bajul Ijo. Sedangkand ari kubu Macan Putih, dicoetnya Patrik Bordon dari skuat Persik, praktis Joko Susilo dapat mengandalkan mantan pemain SIngo Edan itu.

Joko Gethuk Susilo selaku pelatih Persik Kediri menargetkan hasil realistis dalam kunjungannya ke kandang bajul Ijo. Target 1 poin merupakan hasil yang dinilai masuk akal oleh eks pelatih Singo Edan itu. Meskipun demikian, ia tak menutup kemungkinan untuk bisa meraih 3 poin.

Target kami realistis dapat mencuri poin, bisa curi 1 poin saja bagus. Yang penting kami dapat poin, apalagi jika bisa dapat 3 poin," kata Joko Susilo seperti yang dilansir dari Berkaca pada penjelasan sang pelatih, Persik Kediri diprediksi bermain terbuka dalam meladeni Persebaya. Disinggung mengenai kekuatan tim lawan, ia menyebut Persebaya merupakan tim yang memiliki deretan pemain berkualitas.

"Apalagi Persebaya saat ini berbeda. Saat itu (Piala Gubernur Jatim), Persebaya masih belum tampil dengan kekuatan penuh," ungkapnya. Bagi Joko Susilo, membenahi mental pemainnya menjadi persiapan yang mendasar bagi timnya. Pasalnya, laga Persebaya kontra persik Kediri merupakan partai pembuka gelaran Liga 1 2020.

"Kami juga benahi mental pemain," jelasnya. Sedangkan dari kubu Persebaya, Aji Santoso selaku pelatih menyiapkan timnya guna menjamu Macan putih. Sejauh ini, lini belakang yang menjadi perhatian pelatih kelahiran Malang tersebut.

Ia menilai perkembangan pemain bertahannya dapat dikatakan cukup bagus. Pasalnya, berkaca di ajang turnamen pra musim Piala Gubernur Jatim, Bajul Ijo kebobolan hingga lima kali. "Saya lihat perkembangan lima pemain center back cukup positif, baik itu Hansamu (Yama), Zoubairou (Garba), Arif (Satriya), apalagi si Rizki sangat positif sekali. Mudah mudahan nanti clean sheet," terang Aji Santoso seperti yang dilansir dari

Laga Persebaya kontra Persik Kediri dapat dikatakan sebagai Derbi Jatim, meskipun tensi laga tak seketat Bajul Ijo kontra Singo Edan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *