Pengacara Sunan Kalijaga Polisikan Ketua Sahabat Polisi Bandung, Kasusnya Rudapaksa 3 Perempuan

PengacaraSunanKalijagamelaporkan pria asal Bandung berinisial DC karena tuduhan pemerkosaan terhadap tiga perempuan. Satu di antaranya masih di bawah umur. Laporan sudah diterima dan ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung. Saat ini, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

"Sosok DCini sudah ditakuti oleh korban karena menjabat KetuaSahabatPolisiBandung. Alhamdulillah kemarin kami sudah mendapat informasi bahwa DC sudah dinonaktifkan sebagai Ketua Sahabat Polisi," ujarSunanKalijagadi Jalan Sukajadi Bandung, Jumat (17/7/2020). LaporanSunanKalijagabersama korban sudah disampaikan pada akhir pekan lalu di Satrekrsim Polrestabes Bandung. Menyusul, ada dua laporan lagi yang disampaikan pada awal pekan ini.

"Kemarin ibu korban sudah dimintai keterangan. Kemudian ‎korban sudah dimintai keterangan tambahan," ujarSunanKalijaga. Dalam laporan awal, korban sempat dipaksa membuat tato kemudian mengonsumsi obat obatan. Ditanya soal perbuatan ini dilandasi suka sama suka itu terbantahkan karena korbannya lebih dari satu.

"Kalau korbannya lebih dari satu, apa itu wajar? Ini bukan perkara putus cinta dan lapor polisi. Ini ada kasus lainnya," ujar dia. ‎Sosok DC alias David Cahyadi sempat jadi perbincangan netizen saat kasus Ferdian Paleka yangnge prankwaria lewat pemberian bingkisan‎ berisi sampah. Saat itu, dalam instagramnya, @david_chris, ia mengunggah video bersama waria yang jadi korbanprankFerdian.

Kemudian, dia juga jadi perbincangan saat mengunggah foto rekan Ferdian Paleka ditangkap polisi.‎ ‎Saat dihubungi via ponselnya, Minggu (12/7/2020) malam, ia membantah tuduhan korban yang didampingi advokat kondang, Sunan Kali‎jaga. "‎Semua tuduhan tidak benar. Saya punya bukti dan saksi yang menyatakan bahwa tuduhan tuduhan itu memang tidak benar," ujar David.

Ia mengaku akan kooperatif dengan penegak hukum jika kelak dia dipanggil untuk dimintai keterangan. "Saya akan kooperatif dan membantu penyidik. Saya akan jelaskan sebenar benarnya disertai saksi dan bukti," ujar David. ‎ Ia mengakui menjabat Ketua Sahabat Polisi DPC Bandung. Hanya saja, ia tidak memanfaatkan posisi itu untuk berbuat pidana. "Apa yang saya kerjakan hanya menyampaikan program program Polri, menjembatani warga dengan Polri," ujar dia. ‎ ‎ ‎Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, menyebut pihaknya sudah menerima tiga laporan terkait hal itu.

"Saat ini kasusnya sedang didalami. Kami lihat aspek hukumnya karena kejadian tersebut terjadi pada April dan Juni. Jadi kami tetap mintakan visum. Nanti akan melihat hasil visumnya, kemudian menentukan penyelidikan naik ke penyidikan," ujar Galih. Kemudian, laporan ketiga kata dia, pelapornya masih di bawah umur yakni 17 tahun. "Satu laporan lagi, pelapornya di bawah umur. Kami juga mintakan visum. Sama akan dilakukan penyelidikan, salah satunya melakukan visum," ujar Galih.

Penyidik Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung sudah memanggil para terlapor untuk dimintai keterangannya ihwal peristiwa yang terjadi. "Hubungan pelapor dengan terlapor awalnya kenalan via media sosial laluketemudi Bandung. Untuk terlapor di bawah umur, pengakuannya ‎ditawari pekerjaan," ucap dia. Penyidik akan memanggil terlapor dalam hal ini David Cahyadi untuk mengonfirmasi pengaduan dari pelapor.

Pemeriksaan pelapor juga menyangkut soal pemaksaan membuat tato di tubuh pelapor. "Hasil penyelidikan akan segera rampung dan kami akan melakukan gelar perkara. Soal pelapor ini inisialnya DC, katanya ketua Sahabat Polisi. Tapi untuk tugas profesional saja, tidak melihat dari yang dilaporkan," ucap dia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *