Mundur Usai Terlibat Judi Mahyong, Uang Pensiun Jaksa Tinggi di Jepang Diperkirakan Rp 9,6 Miliar

Uang pensiun jaksa tinggi penuntut umum (JPU) di Jepang diperkirakan 70 juta yen atau sekitar Rp 9,6 miliar, disamping menerima uang gaji bulan terakhir sekitar 680.000 yen sebulan atau sekitar Rp 93,5 juta. "Kalau menurut saya uang pensiunnya akan mencapai sekitar 70 juta yen plus gajinya bulan Mei apabila Hiromu Kurokawa mendapatkannya nanti," kata mantan JPU Jepang, Takayuki Osaha di TV Asahi, Jumat (22/6/2020). Hiromu Kurokawa, Jaksa Agung Tinggi Tokyo (63), mulai Jumat (22/5/2020) efektif pensiun dini (surat pengundurkan diri diterima PM Jepang kemarin) setelah ketahuan bermain taruhan Mahyong dengan 2 wartawan surat kabar Jepang (Asahi, Yomiuri dan Sankei).

Di masa lalu, ada kasus di mana penghibur dan pegawai negeri sipil ditangkap oleh polisi karena dicurigai berjudi, dan ada kemungkinan bahwa Kurokawa bisa menjadi kasusnya. Namun seorang pejabat eksekutif investigasi mengatakan, "Sulit untuk membuat kasus." Mengenai taruhan Mahyong, bakat dan kartunis Norihi Ebiko ditangkap pada tahun 1998 oleh Departemen Investigasi Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo divisi 4 (pada waktu itu) di sebuah toko Mahyong di Shinjuku ku, Tokyo.

Pada 2013, Polisi Perfektur Aichi mengajukan dokumen enam polisi dari perfektur yang bertaruh Mahjong di tempat kerja, dan dua dari mereka menerima perintah denda 100.000 yen. Menurut Asahi Shimbun, Kurokawa bertaruh uang tunai dengan karyawan perusahaannya, reporter Sankei Shimbun, dan wakil direktur bulan Mei ini untuk bertaruh uang tunai dan bermain Mahyong. Jika itu benar, ada kemungkinan merupakan kejahatan perjudian, dan hukum pidana menetapkan bahwa "denda maksimal 500.000 yen".

Asahi Shimbun mengumumkan bahwa setiap kemenangan/kerugian adalah beberapa ribu yen hingga 20.000 yen per orang. Laporan Asahi mengungkapkan permainan dengan Kurokawa bersama 3 wartawan Jepang dan sudah dilakukan 4 kali tanggal 13 dan 20 Mei 2020. Namun laporan Menteri Kehakiman Jepang Masako Mori menyebutkan tanggal 1 dan 13 Mei 2020 dengan 2 wartawan Jepang.

Penyelidik harus menyelidiki secara rinci dengan mencari tahu siapa yang bertaruh dalam situasi apa dan berapa banyak pelaku maupun uang yang dipertaruhkan. Eksekutif investigasi lain menjelaskan bahwa adalah umum untuk mencari tahu di tempat judi dengan gangster di belakang seperti kasino gelap. "Dia berhati hati tentang kasus ini dengan hanya bertaruh sederhana Mahyong," tambahnya.

Perjudian di Jepang umumnya terkait dengan kalangan mafia Jepang (yakuza) sehingga kemungkinan tersebut juga ikut dipikirkan para penyidik kepolisian Jepang saat ini. Apabila Kurokawa dibuang (shobun) biasa, dia tetap saja dapat uang pensiun. Tetapi kalau dilakukan pemecatan (tidak dengan hormat) tidak dapat uang pensiun. Sedangkan kasus judi menggunakan uang proses tindak pidana seharusnya berjalan terus dengan hukuman denda ratusan hingga jutaan yen, tergantung kasus judinya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *