Kisah Valentina Mirani, Ibu Muda Penderita Kanker Paru-Paru di Sintang Meninggal Setelah Melahirkan

Valentina Mirani, seorang ibu pemderita kanker paru di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), meninggal dunia setelah berbulan bulan melawan penyakit. Mirani meninggal tiga bulan setelah melahirkan bayi laki laki secara caesar yang kemudian diberi nama Karolus Barromeus Marcel. Saat lahir, berat Marcel hanya 1,3 kilogram dan saat ini ia semakin sehat dengan berat badan 4 kilogram.

Tahun 2019 silam Valentina Mirani memantik keprihatinan banyak orang atas perjuangannya melawan kanker paru yang menggerogotinya. Saat itu Valentina Mirani tengah mengandung anak kedua. Seusai melahirkan, kanker paru terus mengganas hingga membuat Valentina Miranti menyerah saat bayinya berusia tiga bulan.

Valentina Mirani meninggal dunia, di Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang, Kamis (13/2/2020) pukul 14.30 petang WIB. Ibu muda berusia 24 tahun asal Desa Benua Baru, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang tersebut, berjuang melawan kanker sejak Juni 2019. Saat itu tengah mengandung trimester kedua. Valentina Mirani didiagnosa menderita kanker paru.

Kabar meninggalnya Mirani dibenarkan oleh Ketua Komunitas Mari Melihat (Marmel), Roni Susanto. Komunitas Mari Melihat sedari awal mendampingi dan memberikan dukungan tidak hanya moril, tapi juga materil sejak Mira mengalami kanker paru dalam keadaan mengandung anak kedua. Berat badannya kala itu hanya 30 kilogram saat itu.

Perhatian Pemkab Sintang juga sangat besar. Hampir tiap hari, tenaga kesehatan dari Puskemas Tanjung Puri mengunjungi rumah tinggal sementara Mira di Sungai Ana, sampai dengan Mira melahirkan anaknya secara caesar. Dengan kondisi kekurangan energi kronis akibat kangker paru, Mira melahirkan bayi laki laki di RSUD Ade M Djoen, Minggu (4/11/2019) dengan berat 1,3 kg.

Pasca melahirkan, kondisi Mira belum membaik. Menurut Roni, Mira kondisinya sempat memburuk dan kritis. “Kritis sudah lama. Jenazah saat ini sudah dibawa ke kampung halamannya,” ujarnya. Karolus Barromeus Marcel adalah anak kedua dari pasangan Miranti dan Usmanto.

Anak pertama mereka, Kalistus Viko Miko, usia 6 tahun. Mira didiangnosa menderita kanker paru stadium 4, saat mengandung Marcel usia kandungannya trimester kedua. Enam bulan pasca didiagnosa menderita kanker, berat badannya susut.

Berat badannya tinggal 30 kilogram. Kanker paru menyebabkan Mira mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang berdampak pula terhadap janin Marcel saat masih dalam kandungan. Pada 4 November 2019 sekitar pukul 18.30 malam, Mira dibawa ke IGD karena mengeluh sakit perut menggunakan ambulans Puskemas Tanjung Puri.

Malam itu, suasana menegangkan. Tidak hanya keluarga Mira yang khawatir dengan keselamatan bayi dan ibunya. Tapi juga para anggota Komunitas Mari Melihat yang mengawal perjuangan Mira melawan kanker sejak awal hingga masuk ke Instalasi Bedah Sentral (IBS) untuk menjalai operasi caesar. Bayi dalam kandungan Mira pun lahir selamat. Jenis kelami laki laki, bobotnya hanya 1,3 kg.

Untuk mengenang, bayi Mira diberi nama Karolus Barromeus Marcel. Di lingkungan gereja nama itu tidak asing didengar. Karolus Barromeus artinya seorang pejuang untuk orang orang sakit.

Sedangkan nama Marcel diberikan oleh komunitas Marcel. Biar mudah diingat. Marcel artinya lelaki tangguh. Marcel adalah wujud nyata perjuangan Mira mempertahankan bayinya lahir selamat dengan penyakit yang terus menggerogotinya.

“Anaknya sehat. Bobotnya sekarang sudah 4 kilogram,” ujar Roni Susanto, Kamis (13/2/2020) malam WIB. “Kami keluarga besar Mari Melihat turut berduka cia atas berpulangkan Kak Valentina Mirani,” tulis admin akun Instagram Mari Melihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *