DPR: Dana Pelatihan Online Prakerja Sebaiknya Dialihkan untuk Bantuan Tunai dan Pangan

Anggota Komisi II DPR RI fraksi PAN Guspardi Gaus menilai pelatihan online dalam program kartu prakerja tidak efektif dan salah sasaran. Sebab di tengah pandemi Covid 19, masyarakat lebih membutuhkan bantuan secara tunai. Ia berharap program kartu prakerja ini dihentikan karena mekanisme kerjanya diduga dapat memboroskan keuangan negara.

Untuk diketahui, secara keseluruhan, pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang terdampak PHK serta pekerja informal yang pendapatannya jadi hilang akibat penyebaran virus corona. Ia menjelaskan pemerintah telah menganggarkan dan Rp 20 triliun untuk Kartu Prakerja, di mana Rp 5,6 triliun dialokasikan untuk program pelatihan daring dalam Program Pra Kerja ini. "Jika benar materi materi yang diberikan dalam pelatihan online ini mirip dengan konten konten pelatihan yang tersebar di internet yang bisa didapatkan secara gratis melalui berbagai channel tentunya anggaran pemerintah jadi mubazir dan kurang tepat sarsaran," ucapnya.

Terlebih di situasi saat ini, pemerintah tengah fokus menghambat penyebaran virus Covid 19 yang berimbas kepada lesunya ekonomi nasional. Ia menilai pemerintah lebih baik memfokuskan perhatian pada kemampuan daya beli masyarakat dalam mengakses kebutuhan bahan pangan. Sehingga kegiatan pelatihan daring ini momentumnya menjadi tidak tepat untuk dilakukan di tengah ancaman wabah covid 19.

"Batalkan saja program kartu prakerja ini dan alihkan anggarannya menjadi bantuan tunai langsung. Bantuan berupa uang tunai serta sembako lebih tepat diberikan kepada rakyat kecil. Mengingat banyak masyarakat kelas bawah yang terancam kehilangan daya beli akibat kehilangan pekerjaan maupun pendapatan," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *