Baru Pulang dari Taiwan, 1 TKI Asal Tegal Dinyatakan Positif Virus Corona

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran asal Kabupaten Tegal dinyatakan positif virus corona Covid 19 di Taiwan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, membenarkan hal tersebut. "Ya betul. Hasil tes yang bersangkutan positif. Sudah ada surat dari pusat. Kami menindaklanjuti instruksi tersebut," kata Sakina saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2020).

Pekerja migran tersebut berjenis kelamin laki laki berusia 40 tahun bertempat tinggal di Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Pada 19 Maret 2020, TKI tersebut mengikuti pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) di Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) di Jakarta. Di tengah wabah corona, calon TKI yang mengikuti PAP harus dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun dilakukan.

Lalu, pada 22 Maret pukul 14.20 WIB, dia berangkat ke Taiwan menggunakan maskapai Eva Air dengan rute penerbangan Jakarta Taipei. Setiba di Taiwan, dilakukan pemeriksaan. Suhu tubuh yang bersangkutan di atas 37 derajat celcius dan diindikasikan terpapar Covid 19.

Saat ini tengah menerima penanganan medis di Rumah Sakit Taoyuan Taiwan. "Pemerintah melakukan pencegahan dengan melakukan tracing pihak yang melakukan kontak fisik selama di Indonesia. Warga yang merasa pernah kontak juga diminta untuk melapor ke Gugus Tugas Covid 19," katanya.

Pekerja migran yang pernah bersama mengikuti pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) juga diminta untuk memeriksakan diri. Apalagi mengalami gejala seperti batuk, demam, sesak napas, dan flu. Pemerintah Kota Tegal telah memulai local lockdown atau isolasi wilayah di Kota Tegal mulai Senin (30/3/2020).

Pada hari pertama isolasi wilayah, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan masih melanjutkan penutupan akses sejumlah jalan. Penutupan jalan dilakukan pada jalur jalur masuk wilayah Kota Tegal. "Belum seluruhnya, kita hari ini melanjutkan penutupan jalur akses sejumlah jalan masuk di Kota Tegal," kata Dedy, Senin (30/3/2020).

"Sehingga bila ada orang dari luar kota yang masuk harus melalui mekanisme dulu," tambahnya. Lalu lintas kendaraan terlihat di kawasan sekitar pintu keluar tol Tol hingga batas Kota Tegal di Jalan Sultan Agung. Di wilayah Kota Tegal aktivitas pertokoan, warung makan, serta perdagangan umum juga masih telihat.

Diketahui, ada alasan kebijakan mengisolasi wilayah secara terbatas. Alasan tersebut, untuk mengurangi pergerakan warga dan kendaraan dari luar kota. "Yang saya muliakan Presiden Indonesia Pak Joko Widodo, Gubernur Jateng, dan seluruh kepala daerah. Saya segenap Forkompimda Kota Tegal, melaksanakan isolasi wilayah untuk membantu pemerintah pusat untuk menangani virus corona," kata Dedy dikutip dari .

Menurutnya, masih perlu kesadaran masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya untuk memahami kebijakan yang diambil. Dedy pun menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakannya tersebut menuai pro kontra. "Hal yang saya lakukan ini mungkin dipandang memberatkan, saya pribadi Wali Kota Tegal memohon maaf. Kembali lagi saya lebih baik dibenci daripada maut menjemput mereka," ujar Dedy.

Dedy menutup 49 titik akses jalan di Kota Tegal dengan beton MBC dan water barrier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *