Bacaan Niat Salat Tarawih Sebagai Imam, Makmum dan Sendiri di Rumah

Tidak ada perbedaan pada tata cara salat tarawih di masjid dan di rumah. Umat Islam bisa melakukan salat tarawih di rumah secara berjamaah dengan sedikit orang (ini dianjurkan) atau sendiri (infirad) sebagaimana salat tarawih di masjid. Adapun jumlah rakaat salat tarawih sendiri sama dengan jumlah salat tarawih berjamaah, yaitu ada yang 20 rakaat hingga 6 rakaat.

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā. Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

1. Salat Tarawih dilakukan sesudah shalat ‘Isya hingga fajar (sebelum datang waktu Shubuh). 2. Salat tarawih bisa dikerjakan secara berjama‘ah, maka harus diatur dengan baik dan teratur, sehingga menimbulkan rasa khusyu‘ dan tenang serta khidmat. 3. Shalat Tarawih dikerjakan antara lain dengan cara 4 raka‘at, 4 raka‘at tanpa tasyahud awal, dan 3 raka‘at witir tanpa tasyahud awal.

4. Sebelum mengerjakan salat tarawih, disunnatkan mengerjakan shalat sunat dua raka‘at ringan salat iftitah). 5. Salat iftitah dilakukan dengan cara: pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah “Subhanallah dzil malakuti wal jabaruti wal kibriya i wal ‘adzamah”, kemudian membaca surat al Fatihah, dan pada rakaat kedua hanya membaca surat al Fatihah (tanpa membaca surat lain). 6. Bacaan surat yang dibaca setelah membaca Al Fatihah pada 3 raka‘at shalat witir, menurut Rasulullah saw adalah sebagai berikut: Pada raka‘at pertama membaca surat Al A‘la, pada raka‘at kedua membaca surat Al Kafirun, dan pada raka‘at ketiga membaca surat Al Ikhlash.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *